Selasa, 09 Februari 2010

'semacam' semur rolade beef



Horee akhirnya muncul lagi resep-resep andalan:)..pertama kali buat 'semacam' semur daging.. ymmm... jadinya mirip kuah rolade beef:) ga nyangka bisa segini enak.. bener! sekali makan lgs 3 porsi! walhasil perut sakit semaleman...


yg dibeli:
1/2 kg daging potong
(bisa juga daging cincang dibuat bola-bola kecil)
jamur kancing (terserah, lbh byk lbh baik;p)
4 bawang putih
8 bawang merah
1/3 sdt lada butir
2cm pala butir (diparut)
1/3 sdt lada hitam butir (ulek kasar)
1/3 sdm butter
kurleb 1 1/2 sdm saus tiram
1/2 sdm kecap asin
2 sdm kecap manis
garam (dicoba)

caranya begini:

bawang merah, bawang putih, lada butir dan pala diulek halus.
ulekan ini diulet2in di daging potong, marinate selama 30 menit, masukin ke kulkas.
siapkan wajan, tuang minyak sedikit aja, tunggu panas lalu masukkan daging marinate, aduk2 pelan sampai setengah matang, masukkan jamur, udek2 lg sebentar.
tuang saus tiram, kecap manis dan kecap asin. aduk2 sebentar, tambahkan air sedikit saja, tunggu sampai lebih meresap.
masukkan butter, lada hitam dan garam. dicoba terus sampai sesuai selera.
selesai!

Sabtu, 16 Januari 2010

bienvenidos a Montevideo!









.....
nine days after new year, we, ibu2 DWP decided to use the last treasures to go for a PP trip to Montevideo, Uruguay. asking Eva y Pak waridin to join the crowd and of course, to be our photographer heheh. Deciding to go on a Buquebus was a brilliant idea,, the ship was as pretty as her name, "Sylvia Ana". 3 hours of cruising (including an hour sleeping)was joyful enough before we hit the land of Uruguay..

Kamis, 07 Januari 2010

la primera dia

This was the first day of 2010.
we woke up (I, woke up) at 9 something.. jump into the shower thinking that we have to be at Rural at 11 o’clock. “honey, do we go to Rural or Obelisco at 2pm?” ..”eumphh.. Ouw..beliiscooh...”. And he back to his sweet dream and woke up at 1.30 (D*#n.. I could’ve just still sleeping like him).
our legs (well, my, legs) felt like torn apart.. sooo tired and pegel,, I couldn’t back to sleep, instead I wash dishes, had breakfast and preparing lunch, wash some clothes and a lil of this and that (oh booy,, u need to thank that women exist in this world huh??!)
finally we are ready to go walking to Obelisco just few blocks from our aptm. He was a bit pissed for this last minute call to take coverage of the Paris-Dakar rally. But OH BOY.. those bicycleta, cuatrocleta, camionetas, autos……….I.N.S.A.N.E!!!! took a survey of the best position to spot the podium.. well,, what can you expect,, those argentinians are huge . Four hours of walking and standing after what we had last nite was a major disadvantage. I feel nausea and desperately need to lay down and call bu Tina for a two hours massage,, huks.. but…you’re so far away ibu…
went home first and straight to the shower to freshen up.. felt tired but excited because tonite we and astrid will watch the premier show of ‘Avatar’ at the Cinemark .. oh I was wondering can I enjoy that…
well… THE MOVIE WAS SUPERGREAT!!! kereen!!! Cakep banget!!! Iam happy.. but irritatingly very very vvery tired… hoahemmm… and sleeeepeee…..

Rabu, 06 Januari 2010

Caramba... 2010!!


Yay..2010!!
Celebrating new year’s eve with bunch of kbri’s chicos. Pak Rudi, Santiago, Tia, Astrid, Rendy, Carla n su hermano,, and ofcourse,, my lovely cutie hubbie. Finally arrived after half hour striving to get a stupid taxi in new year’s eve was not easy as in Jakarta. ‘Olla que tal? Passas por Sinclair 2955? eum,, entre Juncal y cerviqo, gracias!’ Phiuhhhh…. Wasn’t funny at all if we din get a ride after cooking half hour of sauté beef with champignon, vegetables and oyster sauce.. and we din even get to the place!! Alhamdulillah 
They are barbequing the Indonesian satay at the balcony.. apparently they also just started to cook at this (almost) 11 pm! Mmmm… the smell was sooo…. Satay in Puncaak!!! Dunno the secret ingredients Pak Rudy had in all those mouth watering satay.. yummm..
I was pretty intense that nite since I lost my video of fire works on Christmas Eve at Parque de Recoleta.. and swear to myself I will get one TONITE. Anticipating every minute went by,, coz we need to run to Puerto Madero to catch the biggest fire work in Buenos Aires. OMG,, the dinner was finally ready at…. ..11.45pm!!! and that means… no fireworks dear  ….and there we were.. enjoying the delicious satay, wok vegetables and my cooking .. yummy umm… ennnaakkkk!!!!
11.59.59………FELIZ ANOOO!!!! SALUUUDD!!!! Toast with aqua sin gas hehe… met taun baru guyyssss 

We walked to Libertador and Bullrich and wherever it needed to get as close as it can get to fireworks.. but shame on us… pas uda deket.. ehh abis haha… myuter myuter finally stranded in this street of Scalabrini Ortis y J Luis Borges.. and heading to local bars that filled with drunk people… tired… we sat in a small park under the big trees.. and Rendy, Carla y su hermano came to join the last fun.

...HAH!! FINALLY!! I GOT MY NEW YEAR’S EVE FIRE WORKS!!!! right above my head and the trees they sparkled beautifully for 5 minutes! Iam so happy!!... but why oh why… I forgot to switch on my video cam.. huk...
...
Going back to Pak Rudi's apt with Rendy’s car (Thank God) ngumpul ngumpul bentar and finally going home with –again- Rendy,,, step down at Coronel Diaz and took a 3 am taxi and heading home…. Hoahemmmm… what a nite...

Selasa, 25 Agustus 2009

temu kangen dan tanaman

aku temu kangen sama blog ku ini...
maybe iam not a blog person aniwey.. sama seperti aku bersyukur pagi ini mengetahui kalo aku juga bukan tanaman-person..

aku pikir waktu memutuskan membeli 3 tanaman Aglonema utk ultah mamaku, dan bertekad dalam hati untuk selalu merawat mereka sebagai bukti sayangku sama mama.. akan bisa berlangsung selamanya. heuh.. muhun maap mama cayang... cuma bertahan 3bulanan aja aku rajin nyiramin dan naburin empeka.. sekarang yg atu uda jadi rumah semut, yg atu lg daunnya malah putih instead ijo garis-garis merah.. yg juara bertahan si Aglo Joy,, walo sekarang tunas yang baru uda mulai putih-putih juga.

saat aku rajin merawat mereka, ada rasa senang sekaligus deg-degan kalo aku nanti akan mencinta buta tanaman. aku belum sanggup menjadi seperti mertua ku,, dan aku gak mau kehilangan kewarasanku dengan membeli sepot kecil daun dengan harga ratusan ribu rupiah. oh no..no.. jadi, sukurlah...

lalu? apa yang terjadi dengan sayangku ke mama?? aduh mama.. i did try though.. and u saw me each morning pouring water and put them under the sun.. and put them back in the shade 3 hours later... tapi lebih baik aku beliin mama yang lain saja ya ma... yang gak kalah menyiratkan rasa sayang dan cintaku ke mama.. tapi tanpa bergulat dengan pot, empeka dan matahari..

Kamis, 20 Agustus 2009

hepi bersdey to...

me....

iam longing for a happy year. hope this one will.

Senin, 08 Juni 2009

Pulang (lagi) ke Jogja part 1

Pulang lagi ke jogja.. ada pengajian untuk almh. nenek kami, mbah Tri tercinta. Seneng rasanya mendarat di bandara Adi Sutjipto. Trus menyusuri jalan dan akhirnya sampai di Wisma Nendra, tempat kami biasa nginep yang sudah seperti rumah kedua. Kamarnya juga yang itu-itu saja, nomor 101, dan spesial (selalu) untuk saya, extra bed besi yang kalo ditekuk n didudukin bunyi kriyek kriyek..

Hari kedua setelah pengajian kita ke Ngawonggo, pertengahan antara Jogja-Solo, disana ada rumah pendopo besar kuno peninggalan bapaknya mbah kakung ku, nah lo, kebayangkan berapa ratus tahun umur rumahnya.. semenjak mbah putri berpulang, isi dari rumah itu bisa segera dikosongkan, alias diwariskan kepada putra-putrinya. Bayangkan saja, gebyok jati super besar yang nempel didinding itu bisa bernilai milyaran rupiah! Dulu orang-orang asing pernah datang dan menawar beberapa barang dengan harga-harga yang asik banget,, tapi dulu not yet for sale, karena mbah Tri belum berpulang (missing u mbah Tri..), dan kondisi mbah kakungpun belum seperti sekarang. Sayang banget, selang bertahun-tahun properti itu berada disana, ternyata banyak barang kunonya yang hilang seperti piring dari cina, yah gak mungkin dusss lenyap gitu aja,, pasti ada yang ngambil.. hiks.. selain nilainya yang fantastis,, yang aku sayangkan sekali adalah nilai sejarahnya itu loh.. kan bisa aku frame ato buatin kotak kaca sekadar untuk mengabadikan masa lalu.. akhirnya aku ngambil aja benda-benda kecil yang tidak terpikirkan untuk diambil para ahli waris, aku dapat kalender kayu dan jam dinding kayu, dua-duanya sudah lumayan rusak, kecuali jam dinding yang kalo tuasnya diputar masih bisa bunyi, dan kalo berbunyi suaranya seram banget kaya film-film horor. Jam dinding itu aku bawa pulang ke Jakarta naik pesawat dan aku taruh di kabin, dan ketika landing dan menuju ke tempat pemberhentian, sumpah jam rusak itu bunyi klinting-klinting-klinting yang lumayan kenceng,, kwakwaww… aduh pura-pura bukan punya gw aja lah, malu banget!

Tour de Bantul et Kotagede
Aniwei, gw seneng banget jalan-jalan ku di Jogja-Solo ini. Misi perjalanan ini menyambung yang dulu, yaitu masih berkutat mencari bahan-bahan batik, kerajinan kayu, dan asesoris logam. Dan kamu tau? 99% suksesss!!!!! Memabukkan tapi lezat..

Semula sebelum kepergian kesana aku cuma ada rencana kesana kesini kesitu, cari ini, cari itu, tanya ini, tanya itu. Yang aku ga tau adalah bagaimana caranya menjangkau tempat-tempat itu, karena tersebar di daerah Bantul dan Kotagede. Subhanallah, gak dinyana, ternyata mama pesen mobil sewa untuk nganterin soan ke saudara-saudara, dan jam 1 siang mobil sewaan itu (beserta supirnya dong) sudah selesai dipakai dan nganggur sampai jam 8 malam!

“dik, pakai saja mobilnya kalau kamu mau kemana-mana”

Waaak, ga pake babubu, langsung minta mas Fajar cari kerajinan kayu di daerah Pajangan. Ternyata pertemuan dengan mas Fajar ini juga sangat membawa berkah, selain orangnya saleh, jujur, pintar, dia juga punya inisiatif tinggi! Tanpa diminta, dia langsung telpon temen-temennya untuk tanya area2 pengrajinan, dan potensi untuk kerjasama dengan LSM Pemberdayaan Wanita “Budi Annisa” yang di Jogja. Walhasil, kita ngejumpruk di Kasongan. Sepanjang 1 km kanan kiri jalan adalah kios2 kerajinan kayu dan keramik, bahkan banyak yang berkualitas ekspor. Lucu-lucu banget, senyumku tambah sumringah.. bisa nanya beberapa hal yang penting, tapi belum bisa pesan karena emang belum siap mau pesen apa. Ternyata ada macam-macam kayu yang bisa digunakan: Sengon adalah yang paling murah karena cepat patah, Akasia, Glugu hampir sama dengan Mahoni, ini sudah lumayan bagus tapi masih bisa dimakan rayap, Jati memiliki serat kuning harganya hampir 2 kali lipat Mahoni dan sering digunakan untuk membuat furniture, terakhir adalah Sonokeling, ini mbahnya kayu, kualitas super, seratnya kehitaman, berat dan halus, lebih baik tidak diwarna karena seratnya sudah keliatan istimewa, jadi cukup di-milamix doff saja.

Panas menyengat, parkir deket sawah kecil, dan sudah jam 2.30an, akhirnya lanjut mencari kerajinan logam. Jemput sodaraku si All-Fitri-Biy didepan RS Bethesda, kita langsung meluncur ke Kotagede, depan PKU Muhamadiyah kita belok kanan ke daerah Kemasan, dan seperti di Kasongan, sepanjang jalan kenangan kanan kirinya adalah kios-kios industri kerajinan perak, kuningan, dan tembaga. Saking banyaknya, mau pilih yang mana masih bingung, tambah kacau lagi ternyata turun hujan yang cukup heboh sampai jalanan tergenang. Mati aku…. Berarti gw ga bisa cicipi satu persatu kios-kios itu dong… kuyup lah guwe.. akhirnya kita berhenti di kios yang ditunjuk sama mas Fajar, namanya “Mawar Putih”.. taelah rumantis amats.. syukur alhamdulillah… yang punya kios ramah banget, dan kerennya lagi, gw bisa pesen dengan jumlah sedikit dulu dan tidak mahal  bahkan dia punya beberapa contoh persis seperti yang aku mau. Akhirnya aku pesan beberapa bentuk untuk sample, dan minta dikirim ke Jakarta, tapi sampai hari ini belum ada kabar.. mudah2an kagak ditipu aja hehe…

Pulang anter Fitri ke Jetis, mampir bentar ke sweet homenya dan ngeliat foto album kawinannya doi, ketemu Andre yang shock liat gw karena dia cuma pake celana pendek. Sampai wisma jam 5.30an dan langsung istirahat sambil senyum….

Senin, 24 Mei 2009

Mama papa jam 5.30 udah pulang ke Jakarta duluan, meninggalkan aku sendiri di kamar wisma dan gak bisa nyetel tivi. Jam 9an cek out dan jalan kerumah mbah sambil bawa koper dan troli, numpang makan pagi, pesen becak, dan out me go to Malioboro! Hari lumayan cerah, aku awali dengan beli beef burger dan spicy chicken burger untuk Fitri – yang mau cabut awal dari kantor hanya untuk nemenin ‘mbaknya’ ngubek-ngubek Jogja lagi.. padahal doi lagi hamil 2bulanan.. (tks lot sis ). Batik-batik lawas yang 10 taun lalu berceceran di trotoar2 Malioboro uda gak ada lagi.. hiks.. sedihnya diriku… ternyata mereka sudah tau kalau saat ini nilai batik2 lawas –yang mereka sendiri sudah ingin dibuang- itu dibandrol tinggi ratusan ribu sampai jutaan rupiah! Padahal dulu saya sempet beli hanya 10ribu rupiah saja. Jalan terus liat2 toko batik di kanan jalan… mata saya mau copot pas ngeliat diantara bentangan kain batik tersembul beberapa helai kain tenun Jepara. Dan lebih copot lagi, ketika tau bahwa untuk ukuran 140x260 itu harganya hanya 115ribu rupiah saja!!!!! Bandingkan dengan tenun sulawesi atau NTB.. itu harganya bisa 5 kali lipat!! Akhirnya sukses nggondol 3 kain tenun, dua tas tenun (satunya untuk Fitri) dan pajangan dinding tenun pesenan konco-ku, duh beratnya bo….

Belum selesai penderitaan dan kebahagiaanku, aku lalu ke pasar Bringharjo yang cuma 150 meter dari toko tenun itu, mau liat2 batik Jogja dan lagi-lagi nyari pesenan temenku. Masuk lewat pintu Barat, aku bingung pake strategi apa untuk menyisir pasar ini dengan efektif, efisien dan komprehensif. Aku iseng ah.. belok kiri sini dulu deh…. Kios Hj. Soegeng…. Hm… koleksinya lumayan lengkap, kualitasnya bagus,, dan kayanya ibu ini jujur… tapi yang paling menyenangkan lagi adalah,,, aku dikasih murah! Bayangkan, untuk kain seharga 75ribu ketika ditawarkan ke orang lain dibilangnya 85ribu! Dan lebih bahagia lagi ketika dengan mudahnya aku menemukan motif batik yang spesifik pesenan temenku itu. Akhirnya mborong 11 helai kain batik dengan total belanja 590ribu rupiah saja. “panggil saja Bude… nanti biar langganan…” (duh serasa kejatuhan duren Bangkok…amin amin amin!)

Dibonceng Fitri sambil meluk barang belian ku dan sebagian lainnya disempilin deket kaki Fitri. Mampir di stasiun Lempuyangan untuk liat jadwal kereta ke Solo, hm.. ternyata jam 4.09 tiba dan berangkat jam 4.11.. Sampai dirumah mbah, kita istirahat dan makan siang, aku dibeliin ayam goreng Cak Koting (yum…. syedaap..) beres-beres packing untuk semalam dirumah Solo.. aku salah perkiraan bawa tas nya, aku cuma bawa tas ransel untuk nampung semua keperluanku selama di Solo,, jadinya ransel ku pepet-pet! Buerat dan gendut banget! Aku sempetin tidur sebentar di kamar Lalita yang ‘wangi’ minyak tawon.. tanpa mandi aku diantar Fitri ke stasiun dan tiba disana jam 4 kurang 5menitan. Say good bye ke Fitri aku langsung ngantri di loket. Wow, harga tiketnya cuma 7000 aja say… gak dapet tempat duduk, aku lesehan di lantai sambil makan beef burger….